Kebudayaan & Tradisi
Menjaga denyut tradisi leluhur Jawa tetap lestari di tengah gempuran modernitas. Karawitan, Ketoprak, dan Wayang Kulit.
Nilai Luhur
Falsafah Hidup Warga Kepyar
Gotong Royong
Tradisi sambatan mendirikan rumah dan gugur gunung membersihkan desa secara sukarela.
Rukun & Harmonis
Menjaga persaudaraan yang erat antardusun tanpa memandang perbedaan latar belakang sosial.
Kebijaksanaan Hidup
Prinsip asah, asih, asuh dalam mendidik generasi muda berdasarkan falsafah luhur Jawa.
Sopan Santun
Penerapan unggah-ungguh bahasa dan tata krama dalam pergaulan sehari-hari.
Kesenian Rakyat
Seni Pertunjukan Tradisional
Seni Karawitan Jawa
Diwadahi oleh kelompok karawitan "Setia Iromo" dengan 25+ personil aktif. Menjaga kelestarian lagu-lagu gending klasik Jawa warisan leluhur.
Kesenian ini bukan sekadar media hiburan bagi masyarakat desa, melainkan wadah pemersatu yang menuntut ketenangan batin, penyelarasan jiwa, serta kekompakan kelompok. Setiap pementasan mengundang masyarakat untuk hanyut dalam keindahan nada gamelan tradisional.
Ketoprak Tradisional
Teater rakyat tradisional yang membawakan cerita sejarah (babad) maupun legenda rakyat, sarat dengan pesan moral dan nilai kesopanan.
Kesenian ini bukan sekadar media hiburan bagi masyarakat desa, melainkan wadah pemersatu yang menuntut ketenangan batin, penyelarasan jiwa, serta kekompakan kelompok. Setiap pementasan mengundang masyarakat untuk hanyut dalam keindahan nada gamelan tradisional.
Wayang Kulit Filosofis
Pertunjukan seni bayangan boneka kulit yang kaya akan simbolisme kehidupan dan pandangan dunia masyarakat Jawa dalam menghadapi realitas.
Kesenian ini bukan sekadar media hiburan bagi masyarakat desa, melainkan wadah pemersatu yang menuntut ketenangan batin, penyelarasan jiwa, serta kekompakan kelompok. Setiap pementasan mengundang masyarakat untuk hanyut dalam keindahan nada gamelan tradisional.
Melestarikan Nilai "Gotong-Royong"
Di Desa Kepyar, tradisi bergotong-royong seperti sambatan mendirikan rumah, gotong-royong panen raya, dan rukun tetangga bukan sekadar cerita sejarah, melainkan aktivitas sosial nyata yang masih kokoh dipraktikkan warga setiap minggu.